<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049</id><updated>2011-12-27T21:19:59.077+07:00</updated><category term='Tentang Songket'/><category term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Songket Batu Bara</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-4442137524149598172</id><published>2009-05-08T19:43:00.003+07:00</published><updated>2009-05-08T19:46:52.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Tenun dan Songket Dalam Nafas Modern</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kontekaja.com/imgsize.php?h=203&amp;amp;img=media/20090411_dekrauke4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 203px;" src="http://www.kontekaja.com/imgsize.php?h=203&amp;amp;img=media/20090411_dekrauke4.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BEGITU banyak kerajinan kain tradisional yang ada di tanah air kita. Salah satunya tenun dan songket. Pada acara &lt;em&gt;Gelar Produk Kerajinan Indonesia &lt;/em&gt;yang diadakan Departemen Kerajinan Nasional (Dekranas) di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu, dua anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengangkat dua kain khas tersebut ke dalam busana ready-to-wear yang modern dan bernafas Internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Uke Toegimin menghadirkan busana &lt;em&gt;casual &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;cocktail &lt;/em&gt;dengan sentuhan tenun Dayak. Meskipun menggunakan unsur tradisional, rancangannya dikemas sangat modern. Semuanya dikemas dalam konsep ready-to-wear dengan warna-warna alam seperti merah, cokelat dan teracota yang menjadi warna khas tenun Dayak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kontekaja.com/imgsize.php?h=203&amp;amp;img=media/20090411_dekraoki1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 203px;" src="http://www.kontekaja.com/imgsize.php?h=203&amp;amp;img=media/20090411_dekraoki1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lain lagi dengan Oki Wong yang mengusung Songket Batubara, asal Medan. Bahan songket dijadikannya sebagai aksen pada gaun cocktail model strapless, atau sebagai bawahan rok midi yang dipadukan dengan blus cheongsam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Motif songket yang berwarna-warni berpadu kontras dengan bahan lain seperti katun, polyester dan taffeta yang berwarna cenderung gelap. Perpaduan tersebut menghasilkan busana modern dengan sentuhan etnik yang apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.kontekaja.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-4442137524149598172?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/4442137524149598172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/tenun-dan-songket-dalam-nafas-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/4442137524149598172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/4442137524149598172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/tenun-dan-songket-dalam-nafas-modern.html' title='Tenun dan Songket Dalam Nafas Modern'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-5008814348078105685</id><published>2009-05-08T19:41:00.001+07:00</published><updated>2009-05-08T19:41:50.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Budaya Melayu Batubara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di zaman orde baru, " Batubara" yang berada dalam lingkungan kabupaten Asahan, sangat tekenal dengan kain tenunan songket "Songket Batubara" ( tenunan batubara ). Hal ini bisa dilihat dari hampir disetiap desa yang berada di kawasan batubara, remaja putrinya selalu bertenun kain. Pada saat itu Nilai jualnya sangat tinggi dan bisa menacapai pasar manca negara. Itu terjadi pada era tahun 1980 an. Pada waktu itu kaum ibu yang bepergian khususnya undangan pesta pernikahan menjadikan kain songket batubara menjadi semacam sarung khusus yang di pakai untuk undangan pesta. Seiring berjalannya waktu hal itu sudah memudar. Mereka lebih senang bepakaian dengan pakaian budaya lain. ( biar di katan modern ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mekarnya kabupaten Batubara dan terpisah dari kabupaten Asahan, tahun 2007 silam. Hendaknya masyarakat kembali mencari jati dirinya yang hilang. salah satu nya dengan membangkit kan kembali budaya - budaya yang dulu pernah menjadi trend di kalangan masyrakat batubara. Hal ini tidak terlepas dari sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap budaya melayu itu sendiri. Pemerintah punya peran penting dalam menggali unsur - unsur dasar yang di masyarakat kabupaten Batubara. namun masyarakat juga harus pro aktif melalui tokoh - tokoh masyarakat dalam mengembalikan jati diri budaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai putra batubara yang peduli dengan apa yang terjadi di batubara, sangat prihatin atas kondisi ini. Jangan sampai kita tidak bisa menjadi tuan rumah, di rumah kita sendiri. Perlu diketahui " modern bukanlah kita harus meninggalkan budaya, namun bagaimana menjadikan budaya kita agar mampu bersingkronisasi dengan kemajuan zaman dan technologi". Melayu yang Identik dengan Islam, harus lebih mengutamakan nuansa - nuansa islami dalam berinteraksi dengan kemajuan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat kabupaten batubara, dan tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara daerah. Muda- mudahan Bupati kabupaten batubara yang sekarang sangat sensitif dan inovatif terhadap perkembangan budaya melayu kabupaten "Batubara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://&lt;cite&gt;wiskabara.blogspot.com&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-5008814348078105685?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/5008814348078105685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/budaya-melayu-batubara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/5008814348078105685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/5008814348078105685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/budaya-melayu-batubara.html' title='Budaya Melayu Batubara'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-2138235876657345011</id><published>2009-05-08T19:40:00.001+07:00</published><updated>2009-05-08T19:40:53.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Hari Ini, Jabatan Bupati Batubara Diserahterimakan Syaiful Syafri Memimpin Batubara Sesuai Visi dan Misi Gubsu</title><content type='html'>Bupati Batubara yang sebelumnya diemban Pj Bupati Drs Syaiful Syafri MM diserahterimakan kepada bupati pilihan rakyat, OK Arya Zulkarnain dan Wakilnya H Gong Matua Siregar.&lt;br /&gt;Drs Syaiful Syafri MM sejak dilantik Gubsu H Syamsul Arifin SE, 23 Juni 2008  lalu telah melakukan dua tugas pokok. Pertama, mengantarkan Pilkada damai, aman, tentram, tanpa ada gangguan kriminal dan kecelakaan selama kampanye dan tanpa ada protes dan unjukrasa pascapengumuman pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, selama bertugas, sebagai Pj  Bupati Batubara, Syaiful Syafri mendapat dukungan sepenuhnya oleh Muspida Plus, Polres, Dandim, Kejari, Pengadilan Negeri, Danyon 126 Kala Sakti, Angkatan Laut, dan masyarakat Batubara dalam pelaksanaan pembangunan sehingga penyelenggaraan pemerintah berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelaksana pembangunan sejumlah gebrakan dilakukan seperti di bidang pemerintahan, telah mengantarkan pembentukan DPRD Kabupaten Batubara defenitif dan KPUD defenitif dan keduanya telah melaksanakan tugas sebagai legislatif dan KPUD siap sebagai pelaksana Pemilu Pemilu 2009. Sedangkan struktur pemerintahan sesuai PP 41 yang menjadi peraturan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang pemerintah lain, Syaiful Syafri mengawali tugas dengan sidak ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan hasilnya kondisi kantor pemerintah kini berubah, disiplin pegawai, pelayanan kepada masyarakat yang cepat dan struktur organisasi yang standar. Tak heran, kini kantor-kantor pemerintah mulai berubah tampilan dan pelayanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, perbaikan terus dilakukan di antaranya melengkapi ijin-ijin usaha UKM, meningkatkan kualitas produk/kemasan dan produksi pemasaran seperti Songket Batubara, makanan tradisional (kue karas-karas), perbaikan pasar tradisional dan perbaikan tempat pelelangan ikan (TPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung ini, indsutri-industri kecil dikembangkan, seperti pengembangan Songket Batubara menjadi pakaian kerja dan pemerintah, PKK, lembaga profesi (Kadin), MUI, perusahaan BUMN (Inalum). Bahkan, Songket Batubara telah dipromosikan ke 19 negara seperti Belanda, Inggris, Jerman, Singapura, Jepang, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kepemimpinannya, songket tidak sebatas menjadi peci, sarung, selendang, dan baju tapi juga  dikembangkan menjadi tas, dompet.&lt;br /&gt;Songket Batubara bahkan sudah diterima Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono ketika penyerahan Mobil Pintar serta Songket Batubara menjadi ornamen di Istana Negara pada peringatan detik-detik 17 Agustus 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batubara juga dikembangkan industri tahu dan tempe, dimana 17 usaha kecil menengah (UKM) telah mengembangkannya dengan bantuan subdisi kedele dari pemerintah provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiga Investor Besar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, perbaikan di bidang pertanian, mekanisme tanaman serentak, penggunaan bibit unggul, distribusi pupuk yang sesuai, perawatan tali air untuk 20.000 hektar, memperbanyak tim penyuluh pertanian ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang peternakan, peternak bisa memproduksi susu untuk kebutuhan lokal dan kabupaten/kota tetangga, peternak yang paling berkembang di Kecamatan Limapuluh karena areal (perkebunan) sebagai bahan pakan ternak mencukupi dan membina kelompok-kelompok pengembang ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang investasi, selama kepemimpinan Syaiful Syafri, tercatat tiga investor besar menanamkan investasinya seperti pembangunan dermaga pelabuhan ekspor-impor untuk timah hitam dan seng dari PT Dairi Prima Mineral (DPM), pembangunan pabrik semen, dan pelayaran Tanjung Tiram dan Port Klang, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bidang Pendidikan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pendidikan, Syaiful Syafri mampu menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan dengan memberikan beasiswa kepada siswa SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Kerjasama itu, seperti dengan Otorita Asahan dan Inalum yakni pemberian beasiswa yang nilainya mencapai Rp543.000.000,-, beasiswa Inalum khusus untuk mahasiswa, dan perbaikan sarana pendidikan dari masing-masing perusahaan yang ada seperti Inalum, PT Multi Mas, PTPN IV, PT Socfindo, PT, PP London Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama yang lain, Pemkab Batubara menjalin kerjasama dengan Unimed dan Universitas Diponegoro (Undip). Kedua perguruan tinggi ini,  siap menerima siswa Batubara yang berprestasi masuk tanpa testing. Dan di Undip beasiswa hingga pendidikan Strata2 (S2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaiful Syafri yang juga Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperasda) Sumut, juga membentuk perpustakaan kabupaten, 20 perpustakaan desa, lima taman bacaan masyarakat dan pengadaan dua unit mobil perpustakaan keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang sosial, sebanyak 11.000 jiwa masyarakat mendapat kartu jaminan  kesehatan. Perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak + 70 rumah, pengadaan air bersih, penanggulangan korban bencana alam dengan cepat dimana kini tenda, kapal, beras tanggap darurat sudah tersedia. Membentuk kelompok-kelompok suaha bersama (KUBE) bagi masyarakat miskin. Mendidik 8 remaja puteri putus sekolah untuk dilatih di bidang kecantikan dan menjahit bordir serta membantu peralatan kerja. Membentuk 100 Karang Taruna di setiap desa, 7 di kecamatan dan tingkat kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk forum komunikasi serikat pekerja masyarakat dan membentuk Taruna Siaga Bencana. Di bidang komunikasi, kini tersedia media centre, sedangkan organisasi banyak organisasi yang sudah terbentuk, membentuk Kadin, KBPPP, FKPPPI, PSSI, Angkat Besi, PBVSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah CPNS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, ketika ditanya mengenai CPNS yang sempat bermasalah. Syaiful Syafri mengatakan karena semula rencana serahterima jabatan, November 2008. Penerimaan CPNS diserahkan sepenuhnya kepada Sekda dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan pedoman Surat Menpan yang intinya bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri selain USU, maka dipilih UI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, CPNS dilaksanakan tanpa ada campur tangan dan murni dilaksanakan pihak UI. Untuk membuktikan tidak ada KKN, Pemkab Batubara bersama dengan Polres, Kejari, DPRD, LSM, wartawan dan BKN sebagai perwakilan, langsung ke Jakarta (UI) untuk melakukan pemeriksaan hasil ujian. Peristiwa testing yang sempat tertunda, katanya itu di luar kemampuan manusia, mungkin kehendak Tuhan Yang Maha Esa. “Untuk itu, saya pribadi dan Pemkab Batubara mohon maaf kepada masyarakat Batubara dan peserta ujian,” ucap Syaiful ketika ditemui di kediamannya di Jalan Saga, Bandar Setia Tembung, Minggu (21/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkannya, apa yang dikerjakannya selama ini mendukung visi dan misi Gubsu, rakyat percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rakyat tidak lapar, rakyat tidak bodoh, rakyat tidak sakit dan rakyat punya masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://analisadaily.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-2138235876657345011?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/2138235876657345011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/hari-ini-jabatan-bupati-batubara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/2138235876657345011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/2138235876657345011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/hari-ini-jabatan-bupati-batubara.html' title='Hari Ini, Jabatan Bupati Batubara Diserahterimakan Syaiful Syafri Memimpin Batubara Sesuai Visi dan Misi Gubsu'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-2777834621829677696</id><published>2009-05-08T19:38:00.001+07:00</published><updated>2009-05-08T19:38:47.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Pj Batubara: Orang Melayu Harus Saling Bantu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;MEDAN&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; (Berita): Kesejahteraan orang melayu hanya dapat terwujud bila Majelis Adat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Budaya Melayu &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Mabmi), merupakan organisasi dari orang melayu ini, mampu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;memmamping (mempetakan) akar permasalahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-14532"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Sekarang bagaimana bersama-sama mewujudkannya karena siapa lagi yang memikirkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;orang melayu kalau bukan orang melayu sendiri,” ujar Pejabat Bupati Batubara Syaiful Syafri&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ketika tampil sebagai pembicara pada pelatihan kader Mabmi di Hotel Madina, Sabtu kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dia juga menegaskan, pemberdayaan Majelis Adat Budaya Melayu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; harus&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengandung prinsip ekonomi dan sumber daya manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Syaiful Syafri pada Syaiful yang hadir sebagai pembicara dalam pelatihan kader itu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengangkat tema Pemberdayaan Mabmi dalam Kesejahteraan Sosial dengan moderator Ketua PWI&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sumut A. Muchyan AA sekaligus pengurus Mabmi Sumut. Pelatihan kader tersebut diikuti 28&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kab/kota se Sumatera Utara, dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan Riau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Peserta yang kebanyakan ketua Mabmi daerah itu sangat antusias mendengarkan penyampaikan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Syaiful Syafri tentang kesejahteraan sosial melalui organisasi melayu tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dikatakan Syaiful, setiap organisasi tujuan akhirnya pasti kesejahteraan sosial. “Nonsen&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;organisasi dibentuk kalau sekedar ngumpul-ngumpul saja.Paling juga organisasi itu hanya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sampai hitungan bulan. Oleh karena itu, kalau ingin Mabmi maju pengurus harus mampu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengimplementasikan tujuan dan pemahaman dari organisasi ini ke kader-kadernya,” tegas&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Syaiful .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika sudah ada maping yang jelas mulai dari sumber daya manusia dan potensi yang ada,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;gerak selanjutnya akan mudah ditentukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebagai Pjs Bupati Batubara Syaiful Syafri menilai potensi SDM Mabmi sangat banyak dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;beragama. Mulai dari akademisi, politisi, birokrat, agamawan, pekerja sosial,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;budayawan/seniman sampai pada komunikator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dia menjelaskan potensi akademisi yang berasal dari Mabmi banyak dan potensial. “Dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mereka telah mewadahkan diri dari dalam Ikatan Cendikiawan Batubara (ICBA). Potensi orang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ICBA ini yang harus terus didorong melalui pelatihan kader demi menciptakan kader Mabmi yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;handal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari pelatihan ini kita bisa mempetakan lagi apa saja masalah sosial yang dihadapi orang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melayu saat ini. Seperti kemiskinan, putus sekolah, pengangguran, banyak anak dan kalah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bersaing,” tandas Syaiful.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebagai pejabat bupati yang telah berada di Batubara selama enam bulan, Syaiful melihat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;potensi ekonomi Batubara sangat signifikan. Diantaranya kain songket Batubara. Pengrajin&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kain songket, kata Syaiful sekira ratusan pengrajin. Namun sampai saat ini belum mendapat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pasar yang tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Saya tergerak melihat potensi itu, maka sebagai realisasinya saya minta Inalum dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;BUMD- BUMN yang ada di Batubara memakai kain songket pada waktu-waktu tertentu. Hasilnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;cukup signifikan, terbukti geliat kain songket bergairah sampai ke istana negara,” ujar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Syaiful seraya menceritakan kunjungannya ke istana negara saat berjumpa dengan Ny. Ani&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yudhoyono. Saat itu, Syaiful menghadiahkan Ny. Ani Yudhoyono kain songket Batubara sekaligus&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berpesan istri-istri kabinet &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bersatu memakai kain songket tenunan Batubara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Selain dari sisi ekonomi, pemberdayaan menuju kesejahteraan sosial juga bisa diwujudkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan menggerakan kebudayaan dan seniman. Dengan akar budaya yang kuat, kata Syaiful&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seniman melayu dapat tampil di forum&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;nasional dan internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Itu pun kalau mau, karena orang melayu ini terkenal susah diatur, malas bekerja keras.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Saya melihat, mereka lebih senang duduk-duduk di rumah ketimbang menjadi wirausahawan. Saya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melihat banyak ikan membusuk di pantai Batubara, kenapa tidak dibuat belacan, sebagai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penambah nikmat masakan. Atau mengeringkan ikan menjadi ikan asin,” ujar Syaiful.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Oleh karena itu, kata Syaiful seraya berpesan, dirinya telah mengantarkan Batubara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menuju perubahan dan mengenai konsep pemberdayaan kesejahteraan sosial telah dititipkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Syaiful pada stafnya di Dinas Sosial Batubara.(aje)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://beritasore.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-2777834621829677696?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/2777834621829677696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/pj-batubara-orang-melayu-harus-saling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/2777834621829677696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/2777834621829677696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/pj-batubara-orang-melayu-harus-saling.html' title='Pj Batubara: Orang Melayu Harus Saling Bantu'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-3411548406603167600</id><published>2009-05-08T19:36:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T19:37:09.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Membentang Songket Menyeberangi Selat Malaka</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Oleh : Jalaluddin Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Medan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; – Jilbabnya tak pernah lepas dari kepala Hj Ratna (49), sedangkan tangannya terus sibuk menarik dan mendorong sebatang kayu yang terdapat di depannya di antara puluhan baris benang. Ratna terus sibuk menggerakkan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di hadapannya sambil sesekali melepaskan benang sutra dari gulungannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Sudah sejak usia 12 tahun menenun songket digeluti warga Desa Padang Genting Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara, Sumatera Utara itu. Turun temurun keahlian menenun kain pakaian kebesaran Melayu itu digeluti oleh 80 persen kaum perempuan di kabupaten tersebut untuk ikut menopang perekonomian keluarga. Maklum, lebih 60 persen dari warga Kabupaten Batubara bermata pencaharian melaut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;“Sampai sekarang, saya memiliki seratusan alat tenun yang dikelola oleh masyarakat di Kecamatan Talawi. Pekerjanya mulai dari siswa sekolah hingga wanita lanjut usia,” kata ibu empat anak itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Pasar tenun songket produksi Ratna pun telah menembus pasar nasional hingga internasional. Pedagang maupun warga asal berbagai propinsi luar Sumatera Utara; Pekanbaru, NAD dan Jakarta datang menempahkan songket padanya, sekadar untuk dipakai dalam acara resmi seperti resepsi pernikahan hingga untuk kepentingan dagang semata. Bahkan pada peringatan kemerdekaan RI ke 63 kemarin, atas saran pemerintah Kabupaten Batubara, songket tenunannya juga menjadi salah satu penghias Istana Negara di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Tak sebatas itu, pada 23 Agustus lalu, rumahnya kedatangan Datuk Abdul Latif Abu Bakar, Pengusik Institut Seni Malaysia Malaka, utusan Pemerintah Di Raja Malaysia. Songket tenunannya direncanakan untuk dijadikan sebagai seragam kenegaraan pejabat kerajaan Malaka tersebut. Meski masih menunggu proses tender, 50 potong songket bermotif Bunga Kesidang siap diangkut ke Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Selain akan dijadikan sebagai seragam kenegaraan pejabat Malaysia, songket Batubara hasil tenunan Ratna akan dibawa ke Malaysia untuk dijadikan contoh pengembangan songket Melayu Malaysia. Apalagi, konon Malaysia disebut-sebut telah melupakan kebudayaan mempergunakan songket sebagai pakaian daerah di negara jiran itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;“Mereka datang setelah melakukan survey ke beberapa daerah penghasil songket di Indonesia, mulai dari Riau, Palembang, Sambas di Kalimantan dan Sulawesi hingga Kelantan serta Trenggano, Malaysia. Tapi Datuk utusan Kerajaan Malaysia lebih memilih untuk menempahkannya di Batubara,” tambah Ratna lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Meski terlihat sederhana, Ratna mengaku pembuatan songket bukanlah pekerjaan mudah. Untuk mengerjakan satu potong kain songket ukuran dua meter, dibutuhkan waktu tujuh hingga 12 hari. Bergantung pada tingkat kerumitan motif yang dituangkan pada kain. Motif yang dibuat juga beraneka ragam, sesuai dengan falsafah yang diyakini masyarakat Melayu nusantara. Pucuk Rebung, Bunga Manggis, Bunga Cempaka, Pucuk Caul, Tolak Betikam hingga Naga Berjuang menjadi motif yang menghiasi kain songket Batubara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Keragaman, tingkat kesulitan hingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan songket pun menjadikan kain yang dipakai sebagai pakaian kebesaran tersebut dibandrol dengan harga bervariatif. Satu potong songket dipasarkan mulai dari harga Rp 150 ribu untuk jenis kerudung hingga Rp 2 juta rupiah untuk kain sarung. Sementara biaya yang harus dikeluarkan, dipergunakan untuk membeli benang sutra dan polyester dengan kebutuhan 45 ribu meter benang untuk menghasilkan satu potong kain songket ukuran dua meter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Dari menjual 200 potong kain songket seharga tadi pula menjadikan Ratna dua kali menjalankan rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji. Bersuamikan Yusufuddin (52), PNS di Departemen Perhubungan Laut Tanjung Balai, pasangan suami isteri itu menamatkan seorang puteri dengan gelar sarjana dan masih harus membiayai dua puteri lainnya yang kini tengah memasuki semester akhir di Fakultas Kedokteran Universitas ternama di Kota Medan. Sedangkan seorang lagi masih SMA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Meski menenun pesanan songket dengan berbagai corak dan warna dari berbagai propinsi di tanah air hingga ke mancanegara, namun tidak satu pun songket tenunan Ratna yang diberi merek dan tidak satu pun juga yang telah ia daftarkan di Lembaga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Hingga dalam beberapa kali pameran kebudayaan yang digelar di berbagai tempat di Indonesia, Ratna sempat beradu argumen dengan peserta pameran lain asal propinsi penghasil songket lainnya, yang mengklaim songket di stan pamerannya sebagai produksi daerah asalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Harga yang dibandrol untuk tiap potong songket karya Ratna juga masih berbanding lebih murah dengan harga jual kain songket sejenis, asal Malaysia, India dan Pakistan yang dijual seharga 20 hingga 100.000 Ringgit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://jalalputra.blog.friendster.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-3411548406603167600?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/3411548406603167600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/membentang-songket-menyeberangi-selat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/3411548406603167600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/3411548406603167600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/membentang-songket-menyeberangi-selat.html' title='Membentang Songket Menyeberangi Selat Malaka'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-1925431516267934478</id><published>2009-05-08T19:29:00.003+07:00</published><updated>2009-05-08T19:35:31.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Ketika Songket Batubara Hiasi Istana Negara</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- body,td,th {  font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;  font-size: 11px; } --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada yang menyangka, perkembangan promosi Songket Batubara melesat bak komet Hailey melintasi cakrawala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;WASPADA ONLINE&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada yang menyangka, perkembangan promosi Songket Batubara melesat bak komet hailey melintasi cakrawala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;  Satu minggu terakhir kabar terbaru dari harapan maju kain Songket Batubara telah masuk ke dalam dekorasi Istana Negara Republik Indonesia, untuk menghiasi dekorasi pada peringatan ke-63 Detik-detik Kemerdekaan RI.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya Pj Bupati Batubara Drs. Syaiful Syafri, MM yang menjadikan kain Songket Batubara sebagai souvenir pada berbagai kesempatan, secara langsung atau tidak, telah menebarkan " jala " ketengah masyarakat luas. Dalam waktu singkat, dampaknya bagi industri tenun Songket Batubara telah menunjukkan grafik peningkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;  Komitmen Pemkab sendiri untuk terus menghela industri kain songket diyakini akan menjadi komoditas apapun yang dapat dengan mudah diterima masyarakat umum. "Saat ini beberapa industri akan menggunakan Songket sebagai bahan komoditas sehari-hari," ujar Syaiful Safri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai sebuah identitas, kain Songket Batubara adalah lambang dari eksistensi sebuah dimensi kekayaan budaya Melayu Batubara. Untuk melestarikannya perlu terobosan berani dan kreasi tak bertepi, guna menjadikannya sebuah komoditi yang dapat diterima dan dipakai dalam setiap kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain Songket Batubara harus dapat dipersepsikan sebagai bahan mentah yang dapat diolah jadi apa saja, tergantung " tim keratifnya " yang tidak boleh pernah kering dengan miliaran ide. Kita perlu belajar dari sebuah industri " kata-kata " di tanahnya wisatawan mancanegara, Bali. Yang berharga dari kreasinya adalah kata-kata yang disablonkan ke baju kaos (t-shirt) biasa. Namun dengan pabrik kata-katanya mampu eksis menembus batas kebutuhan akan sebuah pakaian. Bagaimana fenomena ini dilekatkan ke kain Songket Batubara yang pada sebagian orang memiliki nilai sakralitas tersendiri. Ketika kain Songket Batubara hanya dapat dibawa ke perhelatan resmi, maka kita tidak akan melihat ada pakaianseragam yang memanfaatkan identitas ini sebagai landmarknya Batubara. Alangkah tepatnya jika salah satu Dinas seperti Dinas Pariwisata memakai pakaian seragam dengan material Songket Batubara. Begitu juga dengan dekorasi di setiap kantor, akan terbit suasana berbeda yang dibutuhkan untuk meragamkan atmosfir kerja yang dikelilingi dengan cita rasa seni kolosal penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Komitmen tinggi yang ditunjukkan Pj. Bupati Batubara Drs.Syaiful Syafri, MM untuk memperkenalkan kain Songket Batubara ini ke dunia luas, dirasakan pengusaha kain Songket telah memberikan harapan baru dari pemerintah yang mengerti betul potensi daerahnya. " Pak Bupati memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pameran kerajinan, bahkan dalam sebuah seminar baru-baru ini di Medan ia memberikan fasilitas tempat untuk memajang kain Songket. Dalam kesempatan itu separuh barang dagangan kami laku," ujar Hj. Ratna, pengusaha kain Songket Batubara.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motif kain Songket Batubara sendiri tediri dari puluhan macam. Mulai dari motif bunga, motif pinggir kain, motif tusuk.Motifmotif ini terbagi lagi dalam sub-sub motif yang masing-masing memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Menuai Cita&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cita-cita masyarakat Batubara untuk sejahtera merupakan api semangat yang harus terus berkobar. Kesejahteraan dapat digali dari mana saja sesuai dengan penguasaan bidang individu masing-masing, tinggal lagi andil pemerintah untuk mengarahkan apa dan bagaimana yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Batubara memiliki deretan potensi tak tergali, mulai dari objek pariwisata, pelabuhan alam, transportasi massal lingkar menyusur pantai, dekorasi ornamen Melayu Batubara, hingga tenunan kain songket yang tertatih-tatih mengikuti perkembangan zaman. Potensi di atas layaknya parang tumpul yang menunggu untuk diasah. Jika sudah tajam dan berkilau sudah tentu dapat diandalkan untuk apa saja dan kemana saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dapat dibayangka Kabupaten Batubara yang kaya akan budaya di seluruh perkantoran memiliki bangunan dengan arsitektur ornamen Melayu. Para pegawai pada hari tertentu memakai pakaian dengan bahan dasar Songket Batubara asli, begitu juga dengan siswa, pelajar, baju seragam ormas, orsospol, bahkan perusahaan dan badan usaha daerah. Efek berantai akan timbul dengan pemanfaatan potensi kain tenun. Bukan tidak mungkin kain songket tidak lagi sekelas home industri, tetapi sudah dapat menjadi industri yang mampu menampung ratusan bahkan ribuan tenaga kerja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kain Songket Batubara sebagai potensi lokal merupakan kebanggaan warga Batubara. Pj. Bupati Batubara Drs.Syaiful Syafri, MM di setiap kesempatan mempopulerkan Songket Batubara, mulai dari souvenir hingga pakaian yang dikenakan. Selain memberi souvenir kepada tamu Pemkab, Syaiful Syafri juga kerap menerima souvenir dari tokoh masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Waspada/Agusdiansyah Hasibuan)&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Waspada Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.waspada.co.id&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-1925431516267934478?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/1925431516267934478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/ketika-songket-batubara-hiasi-istana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/1925431516267934478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/1925431516267934478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/ketika-songket-batubara-hiasi-istana.html' title='Ketika Songket Batubara Hiasi Istana Negara'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-7467017128428320792</id><published>2009-05-08T19:17:00.004+07:00</published><updated>2009-05-08T19:24:17.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songket Dalam Berita'/><title type='text'>Songket Dalam Berita</title><content type='html'>&lt;h2 align="justify"&gt;Tenunan Songket Batubara Jadi Primadona di PRSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;Tenunan songket Batubara yang cukup akrab di masyarakat Asahan dan umumnya etnis Melayu jadi primadona di PRSU ke-37. Para pengerajinnya sudah banyak tersebar di sejumlah wilayah Asahan.&lt;br /&gt; &lt;div&gt;&lt;p align="justify"&gt; Demikian diungkapkan Tini petugas Paviliun Pemkab Asahan, Kamis (20/8) malam di PRSU.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; Dia  mengatakan, hasil tenunan Batubara ini memang secara umum dipakai untuk  acara-acara resmi, seperti perkawinan, sunatan, kunjungan keluarga dan  lain-lain. Tenunan ini memiliki ciri khas menggunakan benang emas.  Sedangkan bentuk tenunan motifnya dilakukan secara manual terbuat dari  kayu. Motif-motif yang dihasilkan sangat beragam mulai dari  bunga-bunga, pucuk rebung, pucuk betikam dan lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; Menurut  Sarmila (pengerajin tenunan Batubara), dalam mengerjakan songket  Batubara sangatlah rumit, membutuhkan seni, ketekunan dan ketelitian  dari pengerajinnya ditambah lagi penyelesaian satu produk membutuhkan  waktu cukup lama. â€œDengan proses pengerjaan manual, waktu  menyelesaikan satu potong kain tenunan songket ukuran 2 X 1,2 meter  membutuhkan waktu hingga 10 hari, itu sebabnya membuat produk hasil  tenunan tangan ini lebih berharga dan bernilai, harga termurah dari  tenunan ini berkisar Rp 200.000 dan termahal berkisar Rp 1 juta lebih,  untuk tenunan Rp 1 juta lebih itu tenunannya terbuat dari sutra,  sedangkan untuk sutra campuran harganya Rp 850.000," katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; Dia  mengatakan, tenunan songket yang mereka produksi bukan saja untuk kain  sarung, kain samping, tetapi juga untuk baju wanita, laki-laki,  selendang, jas, tas, suvenier dan berbagai ragam lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; Dia juga  mengatakan, bahwa tenunan yang mereka produksi itu antiluntur sehingga  pemakainya tidak perlu takut untuk mencuci maupun menyeterika kain  songketnya. Sebab benang yang mereka gunakan merupakan benang kualitas  terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   sumber: hariansib.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-7467017128428320792?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/7467017128428320792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/songket-dalam-berita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/7467017128428320792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/7467017128428320792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/songket-dalam-berita.html' title='Songket Dalam Berita'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7985782687660026049.post-7445901456217943687</id><published>2009-05-08T18:22:00.004+07:00</published><updated>2009-05-10T22:16:30.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Songket'/><title type='text'>Tentang Songket</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Songket&lt;/b&gt; adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu yang berasal dari Indonesia&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; dan  Malaysia. Songket biasanya ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asal-usul &lt;b&gt;kain songket&lt;/b&gt; adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak. Akibatnya, jadilah songket.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kain songket ditenun pada mesin tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Songket harus melalui delapan peringkat sebelum menjadi sepotong kain dan masih ditenun secara tradisional karena penenun biasanya dari desa, tidak mengherankan bahwa polanya pun dipolakan dengan flora dan fauna lokal. Motif ini juga dinamai dengan kue lokal Melayu seperti seri kaya, wajik, dan tepung talam, yang diduga merupakan favorit raja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Songket eksklusif memerlukan di antara satu dan tiga bulan untuk menyelesaikannya, sedangkan songket biasa hanya membutuhkan sekitar 3 hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mulanya laki-laki menggunakan songket sebagai destar atau ikat kepala. Kemudian barulah wanita Melayu mulai memakai songket sarung dengan baju kurung. Di masa kini songket adalah pilihan populer untuk pakaian perkawinan Melayu dan sering diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai salah satu hadiah perkawinan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari harganya, songket tidak dimaksudkan hanya untuk masyarakat berada saja karena harganya yang bervariasi dari yang biasa dan terbilang murah, hingga yang eksklusif dengan harga yang sangat tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Songket Batubara&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kain tenunan Batubara dibuat dari benang Polyester dan benang emas, ditenun dengan peralatan sederhana (tradisional). Songket ini dikerjakan oleh pengrajin yang sangat terampil dengan penyusunan benang setiap 30 cm terdapat 40 mata sisir sama dengan 1 Olup, dimana setiap 1 mata sisir= 2 helai benang. Jadi 1 Olup = 80 helai benang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari ragam hias ilmu ukur (geometris) dan tumbuh-tumbuhan terlihat motif-motif kain yang diciptakan seperti:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Motif Pucuk Kain (Kepala Kain), diantaranya adalah:&lt;br /&gt;- Pucuk Betikan&lt;br /&gt;- Pucuk Perak&lt;br /&gt;- Pucuk Pandan&lt;br /&gt;- Pucuk Caul, dll&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Motif Kaki Kain (Pinggir Kain), diantaranya adalah:&lt;br /&gt;- Pucuk Rebung&lt;br /&gt;- Pucuk Kol&lt;br /&gt;- Pucuk Cempaka&lt;br /&gt;- Dan lain-lain&lt;br /&gt;- Serek (alas dari pucuk-pucuk di atas)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Motif Badan Kain&lt;br /&gt;- Bunga Bertabur&lt;br /&gt;- Bunga Jambangan&lt;br /&gt;- Dan lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pemanfaatan Kain Songket Batubara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kain tenunan Batubara selain digunakan untuk bahan baju dan kain sarung serta ikat pinggang bagi putra putri melayu, dapat juga digunakan untuk bahan samping yang lainnya seperti:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peci&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Topi tengkuluk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baju pengantin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutup tudung saji&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutup kain pintu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutup kain jendela&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sarung bantal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sandal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan lain-lain sesuai dengan keinginan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan di dunia model modern sekarang ini, Kain Songket Batubara sudah digunakan sebagai perpaduan antara bahan modern dengan kain songket Batubara. Hal ini wajar sebab kain Songket Batubara merupakan kain Songket terbaik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7985782687660026049-7445901456217943687?l=songketbatubara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songketbatubara.blogspot.com/feeds/7445901456217943687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/seputar-songket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/7445901456217943687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7985782687660026049/posts/default/7445901456217943687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songketbatubara.blogspot.com/2009/05/seputar-songket.html' title='Tentang Songket'/><author><name>Songket Batubara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11128418781002426751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
