Jumat, 08 Mei 2009

Tenun dan Songket Dalam Nafas Modern

BEGITU banyak kerajinan kain tradisional yang ada di tanah air kita. Salah satunya tenun dan songket. Pada acara Gelar Produk Kerajinan Indonesia yang diadakan Departemen Kerajinan Nasional (Dekranas) di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu, dua anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengangkat dua kain khas tersebut ke dalam busana ready-to-wear yang modern dan bernafas Internasional.

Uke Toegimin menghadirkan busana casual dan cocktail dengan sentuhan tenun Dayak. Meskipun menggunakan unsur tradisional, rancangannya dikemas sangat modern. Semuanya dikemas dalam konsep ready-to-wear dengan warna-warna alam seperti merah, cokelat dan teracota yang menjadi warna khas tenun Dayak.

Lain lagi dengan Oki Wong yang mengusung Songket Batubara, asal Medan. Bahan songket dijadikannya sebagai aksen pada gaun cocktail model strapless, atau sebagai bawahan rok midi yang dipadukan dengan blus cheongsam.

Motif songket yang berwarna-warni berpadu kontras dengan bahan lain seperti katun, polyester dan taffeta yang berwarna cenderung gelap. Perpaduan tersebut menghasilkan busana modern dengan sentuhan etnik yang apik.

Sumber: http://www.kontekaja.com/

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

Songket Batu Bara © Layout By Hugo Meira.

TOPO