Jumat, 08 Mei 2009

Songket Dalam Berita

Tenunan Songket Batubara Jadi Primadona di PRSU

Tenunan songket Batubara yang cukup akrab di masyarakat Asahan dan umumnya etnis Melayu jadi primadona di PRSU ke-37. Para pengerajinnya sudah banyak tersebar di sejumlah wilayah Asahan.

Demikian diungkapkan Tini petugas Paviliun Pemkab Asahan, Kamis (20/8) malam di PRSU.

Dia mengatakan, hasil tenunan Batubara ini memang secara umum dipakai untuk acara-acara resmi, seperti perkawinan, sunatan, kunjungan keluarga dan lain-lain. Tenunan ini memiliki ciri khas menggunakan benang emas. Sedangkan bentuk tenunan motifnya dilakukan secara manual terbuat dari kayu. Motif-motif yang dihasilkan sangat beragam mulai dari bunga-bunga, pucuk rebung, pucuk betikam dan lainnya.

Menurut Sarmila (pengerajin tenunan Batubara), dalam mengerjakan songket Batubara sangatlah rumit, membutuhkan seni, ketekunan dan ketelitian dari pengerajinnya ditambah lagi penyelesaian satu produk membutuhkan waktu cukup lama. “Dengan proses pengerjaan manual, waktu menyelesaikan satu potong kain tenunan songket ukuran 2 X 1,2 meter membutuhkan waktu hingga 10 hari, itu sebabnya membuat produk hasil tenunan tangan ini lebih berharga dan bernilai, harga termurah dari tenunan ini berkisar Rp 200.000 dan termahal berkisar Rp 1 juta lebih, untuk tenunan Rp 1 juta lebih itu tenunannya terbuat dari sutra, sedangkan untuk sutra campuran harganya Rp 850.000," katanya.

Dia mengatakan, tenunan songket yang mereka produksi bukan saja untuk kain sarung, kain samping, tetapi juga untuk baju wanita, laki-laki, selendang, jas, tas, suvenier dan berbagai ragam lainnya.

Dia juga mengatakan, bahwa tenunan yang mereka produksi itu antiluntur sehingga pemakainya tidak perlu takut untuk mencuci maupun menyeterika kain songketnya. Sebab benang yang mereka gunakan merupakan benang kualitas terbaik.

sumber: hariansib.com


Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

Songket Batu Bara © Layout By Hugo Meira.

TOPO