Jumat, 08 Mei 2009

Tentang Songket

Songket adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Songket biasanya ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi.

Asal-usul kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak. Akibatnya, jadilah songket.

Kain songket ditenun pada mesin tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper.

Songket harus melalui delapan peringkat sebelum menjadi sepotong kain dan masih ditenun secara tradisional karena penenun biasanya dari desa, tidak mengherankan bahwa polanya pun dipolakan dengan flora dan fauna lokal. Motif ini juga dinamai dengan kue lokal Melayu seperti seri kaya, wajik, dan tepung talam, yang diduga merupakan favorit raja.

Songket eksklusif memerlukan di antara satu dan tiga bulan untuk menyelesaikannya, sedangkan songket biasa hanya membutuhkan sekitar 3 hari.

Mulanya laki-laki menggunakan songket sebagai destar atau ikat kepala. Kemudian barulah wanita Melayu mulai memakai songket sarung dengan baju kurung. Di masa kini songket adalah pilihan populer untuk pakaian perkawinan Melayu dan sering diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai salah satu hadiah perkawinan.

Dilihat dari harganya, songket tidak dimaksudkan hanya untuk masyarakat berada saja karena harganya yang bervariasi dari yang biasa dan terbilang murah, hingga yang eksklusif dengan harga yang sangat tinggi.

Songket Batubara

Kain tenunan Batubara dibuat dari benang Polyester dan benang emas, ditenun dengan peralatan sederhana (tradisional). Songket ini dikerjakan oleh pengrajin yang sangat terampil dengan penyusunan benang setiap 30 cm terdapat 40 mata sisir sama dengan 1 Olup, dimana setiap 1 mata sisir= 2 helai benang. Jadi 1 Olup = 80 helai benang.

Dari ragam hias ilmu ukur (geometris) dan tumbuh-tumbuhan terlihat motif-motif kain yang diciptakan seperti:

  • Motif Pucuk Kain (Kepala Kain), diantaranya adalah:
    - Pucuk Betikan
    - Pucuk Perak
    - Pucuk Pandan
    - Pucuk Caul, dll
  • Motif Kaki Kain (Pinggir Kain), diantaranya adalah:
    - Pucuk Rebung
    - Pucuk Kol
    - Pucuk Cempaka
    - Dan lain-lain
    - Serek (alas dari pucuk-pucuk di atas)
  • Motif Badan Kain
    - Bunga Bertabur
    - Bunga Jambangan
    - Dan lain-lain
Pemanfaatan Kain Songket Batubara
Kain tenunan Batubara selain digunakan untuk bahan baju dan kain sarung serta ikat pinggang bagi putra putri melayu, dapat juga digunakan untuk bahan samping yang lainnya seperti:
  • Peci
  • Topi tengkuluk
  • Baju pengantin
  • Tutup tudung saji
  • Tutup kain pintu
  • Tutup kain jendela
  • Sarung bantal
  • Tas
  • Sandal
  • Dan lain-lain sesuai dengan keinginan.
Bahkan di dunia model modern sekarang ini, Kain Songket Batubara sudah digunakan sebagai perpaduan antara bahan modern dengan kain songket Batubara. Hal ini wajar sebab kain Songket Batubara merupakan kain Songket terbaik di Indonesia.

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

Songket Batu Bara © Layout By Hugo Meira.

TOPO