Pj Batubara: Orang Melayu Harus Saling Bantu
“Sekarang bagaimana bersama-sama mewujudkannya karena siapa lagi yang memikirkan orang melayu kalau bukan orang melayu sendiri,” ujar Pejabat Bupati Batubara Syaiful Syafri ketika tampil sebagai pembicara pada pelatihan kader Mabmi di Hotel Madina, Sabtu kemarin.
Dia juga menegaskan, pemberdayaan Majelis Adat Budaya Melayu
Syaiful Syafri pada Syaiful yang hadir sebagai pembicara dalam pelatihan kader itu mengangkat tema Pemberdayaan Mabmi dalam Kesejahteraan Sosial dengan moderator Ketua PWI Sumut A. Muchyan AA sekaligus pengurus Mabmi Sumut. Pelatihan kader tersebut diikuti 28 kab/kota se Sumatera Utara, dari
Peserta yang kebanyakan ketua Mabmi daerah itu sangat antusias mendengarkan penyampaikan Syaiful Syafri tentang kesejahteraan sosial melalui organisasi melayu tersebut.
Dikatakan Syaiful, setiap organisasi tujuan akhirnya pasti kesejahteraan sosial. “Nonsen organisasi dibentuk kalau sekedar ngumpul-ngumpul saja.Paling juga organisasi itu hanya sampai hitungan bulan. Oleh karena itu, kalau ingin Mabmi maju pengurus harus mampu mengimplementasikan tujuan dan pemahaman dari organisasi ini ke kader-kadernya,” tegas Syaiful .
Jika sudah ada maping yang jelas mulai dari sumber daya manusia dan potensi yang ada, gerak selanjutnya akan mudah ditentukan.
Sebagai Pjs Bupati Batubara Syaiful Syafri menilai potensi SDM Mabmi sangat banyak dan beragama. Mulai dari akademisi, politisi, birokrat, agamawan, pekerja sosial, budayawan/seniman sampai pada komunikator.
Dia menjelaskan potensi akademisi yang berasal dari Mabmi banyak dan potensial. “Dan mereka telah mewadahkan diri dari dalam Ikatan Cendikiawan Batubara (ICBA). Potensi orang ICBA ini yang harus terus didorong melalui pelatihan kader demi menciptakan kader Mabmi yang handal.
Dari pelatihan ini kita bisa mempetakan lagi apa saja masalah sosial yang dihadapi orang melayu saat ini. Seperti kemiskinan, putus sekolah, pengangguran, banyak anak dan kalah bersaing,” tandas Syaiful.
Sebagai pejabat bupati yang telah berada di Batubara selama enam bulan, Syaiful melihat potensi ekonomi Batubara sangat signifikan. Diantaranya kain songket Batubara. Pengrajin kain songket, kata Syaiful sekira ratusan pengrajin. Namun sampai saat ini belum mendapat pasar yang tepat.
“Saya tergerak melihat potensi itu, maka sebagai realisasinya saya minta Inalum dan BUMD- BUMN yang ada di Batubara memakai kain songket pada waktu-waktu tertentu. Hasilnya cukup signifikan, terbukti geliat kain songket bergairah sampai ke istana negara,” ujar Syaiful seraya menceritakan kunjungannya ke istana negara saat berjumpa dengan Ny. Ani Yudhoyono. Saat itu, Syaiful menghadiahkan Ny. Ani Yudhoyono kain songket Batubara sekaligus berpesan istri-istri kabinet
Selain dari sisi ekonomi, pemberdayaan menuju kesejahteraan sosial juga bisa diwujudkan dengan menggerakan kebudayaan dan seniman. Dengan akar budaya yang kuat, kata Syaiful seniman melayu dapat tampil di forum nasional dan internasional.
“Itu pun kalau mau, karena orang melayu ini terkenal susah diatur, malas bekerja keras. Saya melihat, mereka lebih senang duduk-duduk di rumah ketimbang menjadi wirausahawan. Saya melihat banyak ikan membusuk di pantai Batubara, kenapa tidak dibuat belacan, sebagai penambah nikmat masakan. Atau mengeringkan ikan menjadi ikan asin,” ujar Syaiful.
Sumber: http://beritasore.com/












Poskan Komentar