Jumat, 08 Mei 2009

Ketika Songket Batubara Hiasi Istana Negara

Tidak ada yang menyangka, perkembangan promosi Songket Batubara melesat bak komet Hailey melintasi cakrawala...

WASPADA ONLINE


Tidak ada yang menyangka, perkembangan promosi Songket Batubara melesat bak komet hailey melintasi cakrawala.

Satu minggu terakhir kabar terbaru dari harapan maju kain Songket Batubara telah masuk ke dalam dekorasi Istana Negara Republik Indonesia, untuk menghiasi dekorasi pada peringatan ke-63 Detik-detik Kemerdekaan RI.


Upaya Pj Bupati Batubara Drs. Syaiful Syafri, MM yang menjadikan kain Songket Batubara sebagai souvenir pada berbagai kesempatan, secara langsung atau tidak, telah menebarkan " jala " ketengah masyarakat luas. Dalam waktu singkat, dampaknya bagi industri tenun Songket Batubara telah menunjukkan grafik peningkatan.

Komitmen Pemkab sendiri untuk terus menghela industri kain songket diyakini akan menjadi komoditas apapun yang dapat dengan mudah diterima masyarakat umum. "Saat ini beberapa industri akan menggunakan Songket sebagai bahan komoditas sehari-hari," ujar Syaiful Safri.


Sebagai sebuah identitas, kain Songket Batubara adalah lambang dari eksistensi sebuah dimensi kekayaan budaya Melayu Batubara. Untuk melestarikannya perlu terobosan berani dan kreasi tak bertepi, guna menjadikannya sebuah komoditi yang dapat diterima dan dipakai dalam setiap kesempatan.


Kain Songket Batubara harus dapat dipersepsikan sebagai bahan mentah yang dapat diolah jadi apa saja, tergantung " tim keratifnya " yang tidak boleh pernah kering dengan miliaran ide. Kita perlu belajar dari sebuah industri " kata-kata " di tanahnya wisatawan mancanegara, Bali. Yang berharga dari kreasinya adalah kata-kata yang disablonkan ke baju kaos (t-shirt) biasa. Namun dengan pabrik kata-katanya mampu eksis menembus batas kebutuhan akan sebuah pakaian. Bagaimana fenomena ini dilekatkan ke kain Songket Batubara yang pada sebagian orang memiliki nilai sakralitas tersendiri. Ketika kain Songket Batubara hanya dapat dibawa ke perhelatan resmi, maka kita tidak akan melihat ada pakaianseragam yang memanfaatkan identitas ini sebagai landmarknya Batubara. Alangkah tepatnya jika salah satu Dinas seperti Dinas Pariwisata memakai pakaian seragam dengan material Songket Batubara. Begitu juga dengan dekorasi di setiap kantor, akan terbit suasana berbeda yang dibutuhkan untuk meragamkan atmosfir kerja yang dikelilingi dengan cita rasa seni kolosal penuh makna.

Komitmen tinggi yang ditunjukkan Pj. Bupati Batubara Drs.Syaiful Syafri, MM untuk memperkenalkan kain Songket Batubara ini ke dunia luas, dirasakan pengusaha kain Songket telah memberikan harapan baru dari pemerintah yang mengerti betul potensi daerahnya. " Pak Bupati memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pameran kerajinan, bahkan dalam sebuah seminar baru-baru ini di Medan ia memberikan fasilitas tempat untuk memajang kain Songket. Dalam kesempatan itu separuh barang dagangan kami laku," ujar Hj. Ratna, pengusaha kain Songket Batubara.


Motif kain Songket Batubara sendiri tediri dari puluhan macam. Mulai dari motif bunga, motif pinggir kain, motif tusuk.Motifmotif ini terbagi lagi dalam sub-sub motif yang masing-masing memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda.

Menuai Cita



Cita-cita masyarakat Batubara untuk sejahtera merupakan api semangat yang harus terus berkobar. Kesejahteraan dapat digali dari mana saja sesuai dengan penguasaan bidang individu masing-masing, tinggal lagi andil pemerintah untuk mengarahkan apa dan bagaimana yang seharusnya.

Batubara memiliki deretan potensi tak tergali, mulai dari objek pariwisata, pelabuhan alam, transportasi massal lingkar menyusur pantai, dekorasi ornamen Melayu Batubara, hingga tenunan kain songket yang tertatih-tatih mengikuti perkembangan zaman. Potensi di atas layaknya parang tumpul yang menunggu untuk diasah. Jika sudah tajam dan berkilau sudah tentu dapat diandalkan untuk apa saja dan kemana saja.


Dapat dibayangka Kabupaten Batubara yang kaya akan budaya di seluruh perkantoran memiliki bangunan dengan arsitektur ornamen Melayu. Para pegawai pada hari tertentu memakai pakaian dengan bahan dasar Songket Batubara asli, begitu juga dengan siswa, pelajar, baju seragam ormas, orsospol, bahkan perusahaan dan badan usaha daerah. Efek berantai akan timbul dengan pemanfaatan potensi kain tenun. Bukan tidak mungkin kain songket tidak lagi sekelas home industri, tetapi sudah dapat menjadi industri yang mampu menampung ratusan bahkan ribuan tenaga kerja.


Kain Songket Batubara sebagai potensi lokal merupakan kebanggaan warga Batubara. Pj. Bupati Batubara Drs.Syaiful Syafri, MM di setiap kesempatan mempopulerkan Songket Batubara, mulai dari souvenir hingga pakaian yang dikenakan. Selain memberi souvenir kepada tamu Pemkab, Syaiful Syafri juga kerap menerima souvenir dari tokoh masyarakat setempat.


Waspada/Agusdiansyah Hasibuan)

Waspada Online

http://www.waspada.co.id

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

Songket Batu Bara © Layout By Hugo Meira.

TOPO