Ketika Songket Batubara Hiasi Istana Negara
WASPADA ONLINE
Satu minggu terakhir kabar terbaru dari harapan maju kain Songket Batubara telah masuk ke dalam dekorasi Istana Negara Republik Indonesia, untuk menghiasi dekorasi pada peringatan ke-63 Detik-detik Kemerdekaan RI.
Komitmen Pemkab sendiri untuk terus menghela industri kain songket diyakini akan menjadi komoditas apapun yang dapat dengan mudah diterima masyarakat umum. "Saat ini beberapa industri akan menggunakan Songket sebagai bahan komoditas sehari-hari," ujar Syaiful Safri.
Kain Songket Batubara harus dapat dipersepsikan sebagai bahan mentah yang dapat diolah jadi apa saja, tergantung " tim keratifnya " yang tidak boleh pernah kering dengan miliaran ide. Kita perlu belajar dari sebuah industri " kata-kata " di tanahnya wisatawan mancanegara, Bali. Yang berharga dari kreasinya adalah kata-kata yang disablonkan ke baju kaos (t-shirt) biasa. Namun dengan pabrik kata-katanya mampu eksis menembus batas kebutuhan akan sebuah pakaian. Bagaimana fenomena ini dilekatkan ke kain Songket Batubara yang pada sebagian orang memiliki nilai sakralitas tersendiri. Ketika kain Songket Batubara hanya dapat dibawa ke perhelatan resmi, maka kita tidak akan melihat ada pakaianseragam yang memanfaatkan identitas ini sebagai landmarknya Batubara. Alangkah tepatnya jika salah satu Dinas seperti Dinas Pariwisata memakai pakaian seragam dengan material Songket Batubara. Begitu juga dengan dekorasi di setiap kantor, akan terbit suasana berbeda yang dibutuhkan untuk meragamkan atmosfir kerja yang dikelilingi dengan cita rasa seni kolosal penuh makna.
Komitmen tinggi yang ditunjukkan Pj. Bupati Batubara Drs.Syaiful Syafri, MM untuk memperkenalkan kain Songket Batubara ini ke dunia luas, dirasakan pengusaha kain Songket telah memberikan harapan baru dari pemerintah yang mengerti betul potensi daerahnya. " Pak Bupati memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pameran kerajinan, bahkan dalam sebuah seminar baru-baru ini di Medan ia memberikan fasilitas tempat untuk memajang kain Songket. Dalam kesempatan itu separuh barang dagangan kami laku," ujar Hj. Ratna, pengusaha kain Songket Batubara.
Menuai Cita
Batubara memiliki deretan potensi tak tergali, mulai dari objek pariwisata, pelabuhan alam, transportasi massal lingkar menyusur pantai, dekorasi ornamen Melayu Batubara, hingga tenunan kain songket yang tertatih-tatih mengikuti perkembangan zaman. Potensi di atas layaknya parang tumpul yang menunggu untuk diasah. Jika sudah tajam dan berkilau sudah tentu dapat diandalkan untuk apa saja dan kemana saja.
Dapat dibayangka Kabupaten Batubara yang kaya akan budaya di seluruh perkantoran memiliki bangunan dengan arsitektur ornamen Melayu. Para pegawai pada hari tertentu memakai pakaian dengan bahan dasar Songket Batubara asli, begitu juga dengan siswa, pelajar, baju seragam ormas, orsospol, bahkan perusahaan dan badan usaha daerah. Efek berantai akan timbul dengan pemanfaatan potensi kain tenun. Bukan tidak mungkin kain songket tidak lagi sekelas home industri, tetapi sudah dapat menjadi industri yang mampu menampung ratusan bahkan ribuan tenaga kerja.
Waspada/Agusdiansyah Hasibuan)
Waspada Online
http://www.waspada.co.id












Poskan Komentar