Hari Ini, Jabatan Bupati Batubara Diserahterimakan Syaiful Syafri Memimpin Batubara Sesuai Visi dan Misi Gubsu
Bupati Batubara yang sebelumnya diemban Pj Bupati Drs Syaiful Syafri MM diserahterimakan kepada bupati pilihan rakyat, OK Arya Zulkarnain dan Wakilnya H Gong Matua Siregar.
Drs Syaiful Syafri MM sejak dilantik Gubsu H Syamsul Arifin SE, 23 Juni 2008 lalu telah melakukan dua tugas pokok. Pertama, mengantarkan Pilkada damai, aman, tentram, tanpa ada gangguan kriminal dan kecelakaan selama kampanye dan tanpa ada protes dan unjukrasa pascapengumuman pemenang.
Kedua, selama bertugas, sebagai Pj Bupati Batubara, Syaiful Syafri mendapat dukungan sepenuhnya oleh Muspida Plus, Polres, Dandim, Kejari, Pengadilan Negeri, Danyon 126 Kala Sakti, Angkatan Laut, dan masyarakat Batubara dalam pelaksanaan pembangunan sehingga penyelenggaraan pemerintah berjalan dengan baik.
Sebagai pelaksana pembangunan sejumlah gebrakan dilakukan seperti di bidang pemerintahan, telah mengantarkan pembentukan DPRD Kabupaten Batubara defenitif dan KPUD defenitif dan keduanya telah melaksanakan tugas sebagai legislatif dan KPUD siap sebagai pelaksana Pemilu Pemilu 2009. Sedangkan struktur pemerintahan sesuai PP 41 yang menjadi peraturan daerah.
Bidang pemerintah lain, Syaiful Syafri mengawali tugas dengan sidak ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan hasilnya kondisi kantor pemerintah kini berubah, disiplin pegawai, pelayanan kepada masyarakat yang cepat dan struktur organisasi yang standar. Tak heran, kini kantor-kantor pemerintah mulai berubah tampilan dan pelayanannya.
Di bidang ekonomi, perbaikan terus dilakukan di antaranya melengkapi ijin-ijin usaha UKM, meningkatkan kualitas produk/kemasan dan produksi pemasaran seperti Songket Batubara, makanan tradisional (kue karas-karas), perbaikan pasar tradisional dan perbaikan tempat pelelangan ikan (TPI).
Untuk mendukung ini, indsutri-industri kecil dikembangkan, seperti pengembangan Songket Batubara menjadi pakaian kerja dan pemerintah, PKK, lembaga profesi (Kadin), MUI, perusahaan BUMN (Inalum). Bahkan, Songket Batubara telah dipromosikan ke 19 negara seperti Belanda, Inggris, Jerman, Singapura, Jepang, Malaysia.
Pada masa kepemimpinannya, songket tidak sebatas menjadi peci, sarung, selendang, dan baju tapi juga dikembangkan menjadi tas, dompet.
Songket Batubara bahkan sudah diterima Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono ketika penyerahan Mobil Pintar serta Songket Batubara menjadi ornamen di Istana Negara pada peringatan detik-detik 17 Agustus 2008.
Di Batubara juga dikembangkan industri tahu dan tempe, dimana 17 usaha kecil menengah (UKM) telah mengembangkannya dengan bantuan subdisi kedele dari pemerintah provinsi.
Tiga Investor Besar
Selanjutnya, perbaikan di bidang pertanian, mekanisme tanaman serentak, penggunaan bibit unggul, distribusi pupuk yang sesuai, perawatan tali air untuk 20.000 hektar, memperbanyak tim penyuluh pertanian ke masyarakat.
Di bidang peternakan, peternak bisa memproduksi susu untuk kebutuhan lokal dan kabupaten/kota tetangga, peternak yang paling berkembang di Kecamatan Limapuluh karena areal (perkebunan) sebagai bahan pakan ternak mencukupi dan membina kelompok-kelompok pengembang ternak.
Di bidang investasi, selama kepemimpinan Syaiful Syafri, tercatat tiga investor besar menanamkan investasinya seperti pembangunan dermaga pelabuhan ekspor-impor untuk timah hitam dan seng dari PT Dairi Prima Mineral (DPM), pembangunan pabrik semen, dan pelayaran Tanjung Tiram dan Port Klang, Malaysia.
Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, Syaiful Syafri mampu menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan dengan memberikan beasiswa kepada siswa SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Kerjasama itu, seperti dengan Otorita Asahan dan Inalum yakni pemberian beasiswa yang nilainya mencapai Rp543.000.000,-, beasiswa Inalum khusus untuk mahasiswa, dan perbaikan sarana pendidikan dari masing-masing perusahaan yang ada seperti Inalum, PT Multi Mas, PTPN IV, PT Socfindo, PT, PP London Sumatera.
Kerjasama yang lain, Pemkab Batubara menjalin kerjasama dengan Unimed dan Universitas Diponegoro (Undip). Kedua perguruan tinggi ini, siap menerima siswa Batubara yang berprestasi masuk tanpa testing. Dan di Undip beasiswa hingga pendidikan Strata2 (S2).
Syaiful Syafri yang juga Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperasda) Sumut, juga membentuk perpustakaan kabupaten, 20 perpustakaan desa, lima taman bacaan masyarakat dan pengadaan dua unit mobil perpustakaan keliling.
Di bidang sosial, sebanyak 11.000 jiwa masyarakat mendapat kartu jaminan kesehatan. Perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak + 70 rumah, pengadaan air bersih, penanggulangan korban bencana alam dengan cepat dimana kini tenda, kapal, beras tanggap darurat sudah tersedia. Membentuk kelompok-kelompok suaha bersama (KUBE) bagi masyarakat miskin. Mendidik 8 remaja puteri putus sekolah untuk dilatih di bidang kecantikan dan menjahit bordir serta membantu peralatan kerja. Membentuk 100 Karang Taruna di setiap desa, 7 di kecamatan dan tingkat kabupaten.
Membentuk forum komunikasi serikat pekerja masyarakat dan membentuk Taruna Siaga Bencana. Di bidang komunikasi, kini tersedia media centre, sedangkan organisasi banyak organisasi yang sudah terbentuk, membentuk Kadin, KBPPP, FKPPPI, PSSI, Angkat Besi, PBVSI.
Masalah CPNS
Terakhir, ketika ditanya mengenai CPNS yang sempat bermasalah. Syaiful Syafri mengatakan karena semula rencana serahterima jabatan, November 2008. Penerimaan CPNS diserahkan sepenuhnya kepada Sekda dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan pedoman Surat Menpan yang intinya bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri selain USU, maka dipilih UI.
Namun demikian, CPNS dilaksanakan tanpa ada campur tangan dan murni dilaksanakan pihak UI. Untuk membuktikan tidak ada KKN, Pemkab Batubara bersama dengan Polres, Kejari, DPRD, LSM, wartawan dan BKN sebagai perwakilan, langsung ke Jakarta (UI) untuk melakukan pemeriksaan hasil ujian. Peristiwa testing yang sempat tertunda, katanya itu di luar kemampuan manusia, mungkin kehendak Tuhan Yang Maha Esa. “Untuk itu, saya pribadi dan Pemkab Batubara mohon maaf kepada masyarakat Batubara dan peserta ujian,” ucap Syaiful ketika ditemui di kediamannya di Jalan Saga, Bandar Setia Tembung, Minggu (21/12).
Dilanjutkannya, apa yang dikerjakannya selama ini mendukung visi dan misi Gubsu, rakyat percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rakyat tidak lapar, rakyat tidak bodoh, rakyat tidak sakit dan rakyat punya masa depan.
Sumber: http://analisadaily.com
Drs Syaiful Syafri MM sejak dilantik Gubsu H Syamsul Arifin SE, 23 Juni 2008 lalu telah melakukan dua tugas pokok. Pertama, mengantarkan Pilkada damai, aman, tentram, tanpa ada gangguan kriminal dan kecelakaan selama kampanye dan tanpa ada protes dan unjukrasa pascapengumuman pemenang.
Kedua, selama bertugas, sebagai Pj Bupati Batubara, Syaiful Syafri mendapat dukungan sepenuhnya oleh Muspida Plus, Polres, Dandim, Kejari, Pengadilan Negeri, Danyon 126 Kala Sakti, Angkatan Laut, dan masyarakat Batubara dalam pelaksanaan pembangunan sehingga penyelenggaraan pemerintah berjalan dengan baik.
Sebagai pelaksana pembangunan sejumlah gebrakan dilakukan seperti di bidang pemerintahan, telah mengantarkan pembentukan DPRD Kabupaten Batubara defenitif dan KPUD defenitif dan keduanya telah melaksanakan tugas sebagai legislatif dan KPUD siap sebagai pelaksana Pemilu Pemilu 2009. Sedangkan struktur pemerintahan sesuai PP 41 yang menjadi peraturan daerah.
Bidang pemerintah lain, Syaiful Syafri mengawali tugas dengan sidak ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan hasilnya kondisi kantor pemerintah kini berubah, disiplin pegawai, pelayanan kepada masyarakat yang cepat dan struktur organisasi yang standar. Tak heran, kini kantor-kantor pemerintah mulai berubah tampilan dan pelayanannya.
Di bidang ekonomi, perbaikan terus dilakukan di antaranya melengkapi ijin-ijin usaha UKM, meningkatkan kualitas produk/kemasan dan produksi pemasaran seperti Songket Batubara, makanan tradisional (kue karas-karas), perbaikan pasar tradisional dan perbaikan tempat pelelangan ikan (TPI).
Untuk mendukung ini, indsutri-industri kecil dikembangkan, seperti pengembangan Songket Batubara menjadi pakaian kerja dan pemerintah, PKK, lembaga profesi (Kadin), MUI, perusahaan BUMN (Inalum). Bahkan, Songket Batubara telah dipromosikan ke 19 negara seperti Belanda, Inggris, Jerman, Singapura, Jepang, Malaysia.
Pada masa kepemimpinannya, songket tidak sebatas menjadi peci, sarung, selendang, dan baju tapi juga dikembangkan menjadi tas, dompet.
Songket Batubara bahkan sudah diterima Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono ketika penyerahan Mobil Pintar serta Songket Batubara menjadi ornamen di Istana Negara pada peringatan detik-detik 17 Agustus 2008.
Di Batubara juga dikembangkan industri tahu dan tempe, dimana 17 usaha kecil menengah (UKM) telah mengembangkannya dengan bantuan subdisi kedele dari pemerintah provinsi.
Tiga Investor Besar
Selanjutnya, perbaikan di bidang pertanian, mekanisme tanaman serentak, penggunaan bibit unggul, distribusi pupuk yang sesuai, perawatan tali air untuk 20.000 hektar, memperbanyak tim penyuluh pertanian ke masyarakat.
Di bidang peternakan, peternak bisa memproduksi susu untuk kebutuhan lokal dan kabupaten/kota tetangga, peternak yang paling berkembang di Kecamatan Limapuluh karena areal (perkebunan) sebagai bahan pakan ternak mencukupi dan membina kelompok-kelompok pengembang ternak.
Di bidang investasi, selama kepemimpinan Syaiful Syafri, tercatat tiga investor besar menanamkan investasinya seperti pembangunan dermaga pelabuhan ekspor-impor untuk timah hitam dan seng dari PT Dairi Prima Mineral (DPM), pembangunan pabrik semen, dan pelayaran Tanjung Tiram dan Port Klang, Malaysia.
Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, Syaiful Syafri mampu menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan dengan memberikan beasiswa kepada siswa SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Kerjasama itu, seperti dengan Otorita Asahan dan Inalum yakni pemberian beasiswa yang nilainya mencapai Rp543.000.000,-, beasiswa Inalum khusus untuk mahasiswa, dan perbaikan sarana pendidikan dari masing-masing perusahaan yang ada seperti Inalum, PT Multi Mas, PTPN IV, PT Socfindo, PT, PP London Sumatera.
Kerjasama yang lain, Pemkab Batubara menjalin kerjasama dengan Unimed dan Universitas Diponegoro (Undip). Kedua perguruan tinggi ini, siap menerima siswa Batubara yang berprestasi masuk tanpa testing. Dan di Undip beasiswa hingga pendidikan Strata2 (S2).
Syaiful Syafri yang juga Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperasda) Sumut, juga membentuk perpustakaan kabupaten, 20 perpustakaan desa, lima taman bacaan masyarakat dan pengadaan dua unit mobil perpustakaan keliling.
Di bidang sosial, sebanyak 11.000 jiwa masyarakat mendapat kartu jaminan kesehatan. Perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak + 70 rumah, pengadaan air bersih, penanggulangan korban bencana alam dengan cepat dimana kini tenda, kapal, beras tanggap darurat sudah tersedia. Membentuk kelompok-kelompok suaha bersama (KUBE) bagi masyarakat miskin. Mendidik 8 remaja puteri putus sekolah untuk dilatih di bidang kecantikan dan menjahit bordir serta membantu peralatan kerja. Membentuk 100 Karang Taruna di setiap desa, 7 di kecamatan dan tingkat kabupaten.
Membentuk forum komunikasi serikat pekerja masyarakat dan membentuk Taruna Siaga Bencana. Di bidang komunikasi, kini tersedia media centre, sedangkan organisasi banyak organisasi yang sudah terbentuk, membentuk Kadin, KBPPP, FKPPPI, PSSI, Angkat Besi, PBVSI.
Masalah CPNS
Terakhir, ketika ditanya mengenai CPNS yang sempat bermasalah. Syaiful Syafri mengatakan karena semula rencana serahterima jabatan, November 2008. Penerimaan CPNS diserahkan sepenuhnya kepada Sekda dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan pedoman Surat Menpan yang intinya bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri selain USU, maka dipilih UI.
Namun demikian, CPNS dilaksanakan tanpa ada campur tangan dan murni dilaksanakan pihak UI. Untuk membuktikan tidak ada KKN, Pemkab Batubara bersama dengan Polres, Kejari, DPRD, LSM, wartawan dan BKN sebagai perwakilan, langsung ke Jakarta (UI) untuk melakukan pemeriksaan hasil ujian. Peristiwa testing yang sempat tertunda, katanya itu di luar kemampuan manusia, mungkin kehendak Tuhan Yang Maha Esa. “Untuk itu, saya pribadi dan Pemkab Batubara mohon maaf kepada masyarakat Batubara dan peserta ujian,” ucap Syaiful ketika ditemui di kediamannya di Jalan Saga, Bandar Setia Tembung, Minggu (21/12).
Dilanjutkannya, apa yang dikerjakannya selama ini mendukung visi dan misi Gubsu, rakyat percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rakyat tidak lapar, rakyat tidak bodoh, rakyat tidak sakit dan rakyat punya masa depan.
Sumber: http://analisadaily.com












Poskan Komentar